Pemerintah Kabupaten Bekasi kini bergerak cepat melakukan pemantauan terhadap seluruh perlintasan kereta api tidak resmi. Pendataan tersebut menyasar perlintasan sebidang yang hanya menggunakan palang bambu atau dijaga secara swadaya oleh warga. Langkah tegas ini menyusul tragedi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengungkap, meski banyak perlintasan yang tidak memiliki izin, Pemkab Bekasi tidak ingin gegabah dalam melakukan penutupan. Karena jalur-jalur tersebut menjadi urat nadi transportasi yang menghubungkan antarwilayah.
“Kami sedang menginventarisasi titik mana saja yang masih menggunakan palang bambu. Salah satu opsi permanen yang sedang kami kaji adalah pembangunan jembatan layang atau flyover. Pemerintah daerah berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran khusus demi menjamin keamanan publik,” tutur Asep di Tambun Selatan, Rabu (29/4).
Mengingat kondisi fiskal daerah yang cukup terbatas, lanjut Asep, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurutnya kondisi ini darurat sebagai mitigasi di masa mendatang.
“Kondisi ini masuk kategori darurat. Saya akan segera berkonsultasi dengan Gubernur Jabar. Target minimal kami adalah memastikan setiap perlintasan memiliki sistem penjagaan yang layak agar insiden serupa tidak kembali terjadi di masa depan,” tutupnya. (Tim Media)


