Salah satu upaya mengatasi atau mengurangi terjadinya kehilangan air yakni perlu mengganti alat ukur water meter yang pembaacaannya sudah tidak akurat. Hal itu bisa saja karena kendala teknis WM itu sendiri yang sudah lewat usia teknis.
Karena itu, para pembaca meter harus jeli melihat meteran air di rumah pelanggan. Kalau ada WM yang fungsinya tidak lagi akurat lagi, segera diganti.
Hal itu terungkap saat 105 pegawai pembaca meter Perusahaan Umum Daerah Tirta Bhagasasi Bekasi mengikuti pertemuan yang dikoordinasi Bagian Hubungan Langganan.
Terkait akurasi alat ukur WM, juga dibicarakan saat rapat koordinasi para direksi, Dldewan pengawas, serta para kepala bagian, kepala cabang dan kepala cabang pembantu yang saat itu dihadiri Ketua Dewas Ani Gustini.
Alat ukur WM induk yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga terkait pembelian air curah, juga perlu dievaluasi. Jika di hulu sistem alat ukur sudah menggunakan alat elektronik, sementara di hilir dengan cara manual, pasti ada deviasi.
“Hal ini juga perlu dievaluasi sehingga dapat mengatasi atau mengurangi kehilangan atau kebocoran air,” ungkap Direktur Teknik Perumda Tirta Bhagasasi Rika Nursantika, saat itu. (tim media)


