Menghadapi ancaman krisis air bersih, masyarakat yang tinggal di empat kecamatan rawan kekeringan di Kabupaten Bekasi diimbau untuk segera melakukan langkah antisipasi mandiri. Pemerintah daerah menekankan dua aksi utama yang harus dilakukan oleh warga dan pihak desa demi mempercepat penyaluran bantuan. Seperti diketahui, Pemkab Bekasi memetakan empat kecamatan rawan bencana kekeringan. Di antaranya Bojongmangu, Cibarusah, Serangbaru, dan Cikarang Pusat.
Pertama, masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan air bersih diminta untuk melakukan pengajuan ke pihak desa. Aparatur desa diminta aktif bergerak jika wilayahnya mulai kering. Mereka harus segera mengirimkan surat permohonan bantuan ke BPBD. Surat tersebut wajib menyertakan data yang valid, meliputi titik koordinat lokasi kekeringan, jumlah kepala keluarga yang terdampak, dan nomor telepon yang dapat dihubungi.
Kedua, masyarakat diwajibkan bergotong-royong menyediakan wadah penampungan air bersama (komunal) di area yang mudah diakses oleh armada truk tangki. Fasilitas penampungan ini bisa memanfaatkan fasilitas ibadah seperti masjid dan mushola, atau menggunakan toren dan bak berbahan terpal guna memaksimalkan pendistribusian air bersih.
Kesiapsiagaan ini sejalan dengan Surat Edaran Nomor BC.03.02/SE-58/BPBD/2026 yang diterbitkan Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja. Dalam edaran mengenai Mitigasi Musim Kemarau 2026 tersebut, diprediksi bahwa musim kering tahun ini akan berlangsung lebih lama dan jauh lebih gersang daripada kondisi normal.
Asep juga meminta masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan, seperti bijak dan hemat dalam menggunakan air bersih, tidak membakar sampah ataupun membuka lahan dengan api. Khusus untuk sektor agraris, para petani disarankan menyiasati keadaan dengan mengubah strategi tanam. Pemerintah daerah mengimbau petani beralih ke varietas tanaman yang minim air serta memaksimalkan sistem irigasi yang ada.
“Langkah-langkah tersebut sangat penting untuk segera dilakukan oleh masyarakat agar risiko bencana kekeringan dapat diminimalisir dan memastikan ketahanan pangan,” pungkas Asep. (Tim Media)


