Pemkab Bekasi terus melakukan kampanye mengkonsumsi ikan kepada masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti pasangan calon pengantin, balita serta ibu hamil dan ibu menyusui.
Kelompok masyarakat tersebut memerlukan asupan gizi yang lebih banyak agar terhindar dari potensi “stunting”. Salah satunya melalui program Strategi Intervensi Inklusif Aksi Peningkatan Budaya Gemar Ikan atau Siap Bugarkan.
“Program ini sebagai upaya penurunan ‘stunting’ melalui asupan gizi berbasis konsumsi ikan,” ujar Kabid Penguatan Daya Saing Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi Wahyudin, dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (26/4/2026).
Dia menjelaskan, produksi ikan di Kabupaten Bekasi cukup besar. Berdasarkan tingkat konsumsi ikan masyarakat pada 2025 mencapai 24,12 kilogram per kapita per tahun. Tingkat konsumsi ikan masyarakat mengalami kenaikan sebesar 11,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kami terus memberikan sosialisasi manfaat konsumsi ikan sebagai sumber protein hewani untuk mendukung tumbuh kembang dan pencegahan “stunting”. (tim media)


