Dampak banjir dua pekan lalu yang melanda 17 wilayah kecamatan di Kabupaten Bekasi, hingga kini masih ada perkampungan yang tergenang. Namun genangan air sudah semakin surut dan tidak sampai menggaggu aktivitas masyarakat.
Yang terjadi saat ini, banyak sampah berserakan di bekas banjir. Guna membersihkan sampah-sampah tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama TNI dan Polri, menggelar aksi bersih-bersih lingkungan.
Di antaranya, aparat bersama masyarakat melakukan bersih-bersih di Perumahan Grand Cikarang City, Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, Minggu (8/2/2026).
“Aksi gotong royong ini melibatkan ratusan personel gabungan serta armada pengangkut sampah. Diharapkan, segera dapat pulih dan lingkungan masyarakat kembali normal,” ujar Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja yang terjun bersama jajaran TNI dan Polri di lapangan.
Aksi ini juga sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rakor para kepala daerah dan anggota Forkopimda, di Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Dipilihnya areal GCC, mengingat kawasan tersebut menjadi salah satu sumber aliran air yang menyebabkan genangan meluas ke permukiman warga.
Hadir saat itu, anggota Forkopimda setempat, di antaranya Kapoleres dan Dandim bersama jajarannya dibantu relawan.
Untuk mengangkut sampah, dikerahkan 10 armada truk pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup serta Satuan Polisi Pamong Praja.
Asep menyebut, penyebab banjir di antaranya akibat pendangkalan saluran, buruknya infrastruktur drainase, serta perubahan tata guna lahan dari persawahan menjadi kawasan permukiman. (tim media)


