Pemilihan BPD di Kabupaten Bekasi Kondusif

Pelaksanaan pemilihan calon Badan Permusyawaratan Desa di wilayah Kabupaten Bekasi berjalan dengan aman dan tertib. Guna memastikan proses demokrasi tingkat desa ini berjalan tanpa kendala, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah turun langsung ke lapangan untuk melakukan peninjauan di 23 kecamatan.

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja memberikan apresiasi kepada warga dan para calon BPD yang mampu menjaga kedewasaan berpolitik. Ia mengingatkan bahwa esensi dari pemilihan ini adalah bagian dari dinamika demokrasi, bukan sebuah perpecahan.

“Saya berpesan untuk semua warga, jaga silaturahmi. Ini bukan merupakan pertandingan, tapi perjalanan demokrasi yang memang harus diikuti,” ucap Asep.

Asep memaparkan bahwa figur BPD yang terpilih nantinya mengemban amanah yang sangat strategis. BPD bertindak sebagai jembatan yang menghubungkan suara masyarakat dengan pemerintah desa. Menurutnya, ada tiga fungsi utama BPD yang harus berjalan beriringan dengan kepala desa, yaitu fungsi pengawasan, penganggaran, serta penyusunan regulasi desa.

“Calon-calon ini nantinya bakal menjadi penyambung lidah rakyat. Fungsinya sebagai pengawas desa, bagian dari penganggaran, serta membuat peraturan desa yang harus sinkron dengan kepala desa,” tambahnya.

Asep juga memberikan peringatan kepada para pemenang dalam pemilihan BPD agar tidak ingkar janji setelah resmi menjabat. Mengingat kedekatan geografis dan sosial di tingkat desa yang sangat erat, pemenuhan aspirasi warga harus menjadi prioritas utama.

“Kalau terpilih, ini kan pilihan rakyat. Jadi yang punya janji harus menepati. Tidak boleh setelah dipilih, lupa dengan janji-janjinya. Apalagi lingkupnya kecil. Kalau desa itu masyarakatnya tidak terlalu banyak, jadi insyaallah harus bisa diakomodir,” tutup Asep. (Tim Media)