Air dan Gender menjadi tema dari peringatan Hari Air 2026 yang jatuh pada 22 Maret 2026. Tema ini dipilih karena kesetaraan gender turut mempengaruhi akses terhadap kesetaraan gender.
Di sejumlah wilayah, kaum perempuan masih mendapatkan beban lebih dalam pemenuhan ketersediaan air bersih di skala rumah tangga.
Hal tersebut mengakibatkan kaum perempuan menghadapi sejumlah risiko. Misalnya saja risiko keselamatan, karena tak jarang pengambilan air bersih harus ditempuh dengan melintasi medan yang cukup jauh dan terjal. Dalam perjalanan, risiko cedera fisik, bahaya, hingga ancaman kekerasan juga mungkin saja muncul.
Mendatangkan air bersih dari sumbernya hingga ke rumah juga tak jarang mengakibatkan munculnya risiko kesehatan karena beban berat yang harus dipikul selama dalam perjalanan. Membawa jerigen air dengan beban yang cukup berat membuat risiko nyeri punggung dan leher sangat mungkin terjadi. Bahkan jika anak perempuan di bawah umur yang turut dilibatkan dalam pengambilan air, mengakibatkan munculnya juga risiko pertumbuhan tinggi badan yang tidak optimal.
Selain itu, pengambilan air bersih yang dilakukan anak perempuan juga berdampak pada berkurangnya waktu yang mereka miliki untuk digunakan belajar. Kemiskinan waktu ini bisa menjadi hambatan utama bagi pendidikan dan peluang masa depan yang lebih baik bagi mereka.
Atas pertimbangan situasi-situasi tersebut, peringatan Hari Air Sedunia 2026 mengampanyekan penyediaan akses air bersih di dekat rumah, sehingga berbagai risiko yang mungkin muncul tadi bisa diredam. Upaya tersebut pun akan sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 6 dalam hal ketersediaan air dan sanitasi untuk semua pada tahun 2030.
Sumber : RRI


