Kementerian Pekerjaan Umum amelakukan pembangunan dan pemeliharaan tanggul pengendali banjir di sepanjang sungai Bekasi – Cikeas – Cileungsi pada tahun 2025. Trase pekerjaan pengendalian banjir Kali Bekasi ini dibagi menjadi tujuh paket pengerjaan. Di antaranya, paket 1 pembangunan tanggul pengendali banjir dibangun di pertemuan Kali Bekasi sampai Bendung Bekasi sepanjang 11,4 kilometer, pembangunan ini sudah berjalan sejak Januari 2021 dan sudah selesai. Paket 2 dari Bendung Bekasi sampai SMAN 1 Kota Bekasi sepanjang 3,887 kilometer. Paket 3 dari SMAN 1 Kota Bekasi sampai Teluk Pucung sepanjang 3,796.
Kemudian paket 4 dari Teluk Pucung sampai Kavling Babelan Indah sepanjang 4,097 kilometer. Paket 5 dari Kavling Babelan Indah sampai Jalan BLK 3 sepanjang 4,362 kilometer. Lalu paket 6 dari Jalan BLK 3 hingga Pasar Babelan sepanjang 3,14 kilometer. Dan paket 7 dari Pasar Babelan sampai jembatan muara pertemuan antara Kali Bekasi dengan Kali CBL sepanjang 2,83 kilometer.
Saat ini, tanggul pengendali banjir yang telah terbangun mencapai 13,87 kilometer. Sedangkan yang belum terbangun adalah 19,64 kilometer. Total panjang tanggul pengendali banjir pada sungai Kali Bekasi dari Kota hingga Kabupaten Bekasi mencapai 33,52 kilometer. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, kebutuhan biaya konstruksi ketujuh paket pembangunan tanggul pengendali banjir itu mencapai Rp 2,668 triliun.
Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi Henry Lincoln mengungkap, proses pembangunan atau penurapan pengendali banjir ini telah berjalan sejak 2024 di beberapa titik Kabupaten Bekasi, namun sempat terhenti. Dan tahun 2025 ini, penurapan itu akan kembali dilanjutkan dengan lebih masif.
“Sekarang lebih ke penanganan pembebasan tanahnya karena sebenarnya paket enam dan tujuh ini di Babelan dan Jembatan Muara sudah berjalan sebagian tahun lalu penerapannya. Dan sekarang mau dilanjutkan sedang dibahas teknisnya, soal pengadaan tanah,” kata Henry Lincoln.
Meski bukan kewenangan pemerintah daerah, lanjut Henry, pihaknya tetap mendukung dan memfasilitasi kebutuhan lahan untuk proyek pembangunan tanggul pengendali banjir tersebut. Menurutnya, pembangunan ini sangat penting untuk meminimalisir banjir yang disebabkan oleh meluapnya Kali Bekasi.
“Di tahun 2025 ini, Kementerian PU akan kembali memfokuskan ke paket enam dan tujuh di pasar Babelan hingga jembatan Muara. Sementara kita penanganan kali-kali pembuang di sekitarnya,” tandasnya. (Tim Media)


