Hadapi Ancaman Bencana Alam, BPBD Kabupaten Bekasi Lakukan Berbagai Upaya

Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin mengakui daerahnya rawan potensi bencana hidrometeorologi. Di antaranya bencana banjir, kekeringan, kebakaran, dan cuaca ekstrem.

Bahkan, banjir dan angin puting beliung terjadi setiap tahun. Maka untuk mengantisipasinya, Pemkab Bekasi terus berupaya melakukan berbagai langkah, mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan.

Ia pun mengakui, menghadapi musim kemarau, pihaknya melakukan penyediaan air bersih, pembangunan sumur bor, sosialisasi hemat air, serta pelatihan kebencanaan bersama masyarakat.

Mengingat keterbatasan pemerintah, maka dalam penanggulangan bencana, membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Maka, kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat, agar berperan aktif melakukan upaya penanggulangan bencana di lingkungan masing-masing.

Sedangkan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Muchlis menyebut peringatan HKB 2026 sebagai momentum penting meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat.

Disebut, prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, tahun 2026 akan terjadi musim kemarau yang panjang. Bahkan, ada potensi fenomena El Nino. Untuk menghadapinya, BPBD Kabupaten Bekasi terus memperkuat kapasitas daerah melalui peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, serta optimalisasi sumber daya kebencanaan. (tim media)