Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi bergerak cepat melakukan mitigasi untuk menyelamatkan sektor pertanian dari ancaman musim kemarau. Para petani, khususnya yang berada di zona rawan kekeringan, diimbau untuk lebih selektif dalam memilih pola tanam dan jenis benih. Langkah ini diambil untuk memastikan tanaman padi tetap memiliki daya tahan yang kuat meskipun harus melewati fase cuaca panas ekstrem.
Terdapat delapan jenis benih unggulan yang sangat direkomendasikan Dinas Pertanian. Di antaranya adalah kelompok varietas Inpago (Inpago 4, 5, 8, 9, 10, dan 11 Agritan), varietas Inpari (Inpari 32 dan Inpari 38 Tadah Hujan Agritan), hingga pemanfaatan benih lokal yang telah teruji ketangguhannya. Varietas padi ini diklaim adaptif pada lahan minim air.
Ketua Tim Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Dodo Hadi Triwardoyo menjelaskan bahwa ketepatan memilih benih adalah kunci utama dalam menekan risiko gagal panen sejak dini.
“Kami mendorong petani di wilayah rawan kekeringan untuk menggunakan varietas padi yang lebih tahan terhadap kondisi kekurangan air. Beberapa varietas yang direkomendasikan antara lain Inpago 4, Inpago 5, Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, Inpago 11 Agritan, Inpari 32, Inpari 38 Tadah Hujan Agritan, hingga varietas lokal yang memiliki karakter toleran terhadap kekeringan,” kata Dodo.
Berdasarkan data pemetaan terbaru, ada lima kecamatan yang menjadi fokus perhatian, yakni Sukatani, Tambelang, Sukawangi, Cabangbungin, dan Sukakarya. Hngga memasuki pertengahan Juni 2026, kondisi persawahan di kelima wilayah tersebut dipastikan masih aman terkendali dan belum ada satu pun laporan terkait kasus puso. (Tim Media)


