Sebanyak lebih dari 2 juta liter air bersih telah didistribusikan ke masyarakat terdampak kekeringan. Air bersih disalurkan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan warga yang tersebar di 80 titik.
Data terbaru mencatat, dampak kekeringan kini telah merambah ke 21 desa yang berada di sembilan kecamatan, yaitu Cibarusah, Serang Baru, Bojongmangu, Cikarang Selatan, Pebayuran, Sukatani, Cabangbungin, Babelan, hingga Tarumajaya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi mengungkap, secara keseluruhan, kondisi ini memengaruhi kondisi kehidupan sekitar 9.537 kepala keluarga atau 28.450 jiwa.
“Berdasarkan laporan permohonan bantuan air bersih dari masyarakat, wilayah terdampak kekeringan bertambah menjadi 21 desa di sembilan kecamatan,” ungkap Dodi.
Ia menjelaskan bahwa percepatan penanganan ini disesuaikan dengan perkiraan kondisi iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Di mana puncak musim kemarau berlangsung sepanjang Juli hingga September 2026.
“Kami terus berkoordinasi dengan Perumda Tirta Bhagasasi untuk memastikan ketersediaan air bersih, kemudian dengan dinas teknis seperti Dinas Pertanian, Dinas SDABMBK, BBWS, dan PJT II terkait penanganan lahan pertanian terdampak kekeringan. Serta mengajak anggota Klaster Logistik untuk turut berkontribusi dalam pendistribusian bantuan air bersih,” pungkas Dodi. (Tim Media)


