Tumpukan Sampah Ganggu Kuantitas dan Kualitas Air Baku Cabang Babelan

Keberadaan tumpukan sampah di saluran sekunder DT 8 Kalibaru mengganggu kelancaran produksi air bersih di Kantor Cabang Babelan Perumda Tirta Bhagasasi. Inisiatif melakukan pembersihan secara swadaya pun diambil demi memastikan kelancaran produksi air bersih untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Kepala Seksi IPA Cabang Babelan Agung Mulyawan mengatakan, aliran air di saluran sekunder DT 8 Kalibaru merupakan sumber air baku utama untuk produksi air bersih. Baik yang diolah di instalasi milik Perumda Tirta Bhagasasi maupun tiga instalasi lain yang dikelola Greenex selaku mitra kerja.

“Karena tertutup sampah sejak tiga pekan terakhir, kelancaran produksi air terganggu, baik secara kuantitas, maupun kualitas,” ucapnya.

Kuantitas air terganggu karena tumpukan sampah yang menumpuk tepat di samping Kantor Cabang Babelan, telah menyumbat kelancaran aliran air. Permukaan saluran sekunder selebar kurang lebih lima meter tersebut telah dipenuhi aneka macam sampah rumah tangga dengan dominasi plastik.

Tidak hanya kuantitasnya, tumpukan sampah ini pun menyumbat kelancaran air yang mengarah ke kolam intake untuk keperluan produksi.

“Untuk mengantisipasi penurunan kualitas air baku, tentu kami melakukan penanganan secara kimiawi dengan penambahan dosis sesuai kebutuhan agar hasil akhirnya sesuai baku mutu. Sementara untuk menormalkan kembali ketersediaan kuantitas air baku yang memadai, sumbatan sampah ini tentunya kami angkat dan dilanjutkan dengan pengerukan sedimentasi lumpurnya,” ucap Agung.

Pembersihan sampah dan pengerukan sedimentasi lumpur ini akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan hingga sampah dan sedimentasi lumpur benar-benar terangkat di ruas saluran mulai dari depan Kantor Cabang Babelan sepanjang satu kilometer ke arah utara. (tim media)