Wali Kota Bekasi Undang Investor China Ubah Sampah Jadi Listrik

Pemerintah Kota Bekasi berkehendak menjadikan Tempat Pembuangan Akhir Sumurbatu di Kecamatan Bantargebang, menjadi pusat inovasi lingkungan dan kawasan ekonomi hijau.

Keinginan itu muncul saat kunjungan rombongan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto ke Provinsi Zhejiang, China. Dalam kunjungan bersama ketua DPRD Kota Bekasi terkait kerja sama dengan pihak Wangneng Environment China dalam pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik di Kota Bekasi.

Tri berkunjung ke Mizuda Group di China, sebuah perusahaan produsen tekstil terbesar, sekaligus contoh keberhasilan transformasi industri berbasis inovasi dan ekonomi sirkular.

Rombongan yang didanai pihak swasta China itu, sebagaimana siaran rilis Pemkot Bekasi, kemarin, dari Mizuda ke Wangneng Environment, perusahaan pengolah sampah menjadi energi terbesar di Tiongkok.

Perusahaan inilah yang akan membangun PSEL dengan bahan baku sampah di Bantargebang Kota Bekasi.

Tri mengatakan, pengalaman Mizuda dengan inovasi, melahirkan sektor usaha baru yang memiliki keterkaitan dengan bisnis utamanya hingga melahirkan Wangneng sebagai perusahaan di bidang lingkungan hidup.

Pengalaman tersebut menjadi referensi Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan transformasi kawasan Bantargebang ke depannya. Kehadiran PSEL nantinya diharapkan menjadi titik awal tumbuhnya industri berbasis ekonomi sirkular dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Dijajaki pula kerja sama Mizuda Group dan Dekranasda Kota Bekasi memperkuat industri kreatif dan peningkatan kualitas produk UMKM hingga pembukaan akses pasar internasional.

Tri mengundang Mizuda berinvestasi di Kota Bekasi yang dapat menciptakan lapangan kerja, menghadirkan transfer teknologi, dan menggerakkan perekonomian masyarakat. (tim media)