Setelah setahun penuh digratiskan sebagai tahap pengenalan, layanan Bus Trans Wibawa Mukti resmi bertarif. Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai memberlakukan uji coba tarif flat sebesar Rp 4.300 per perjalanan pada koridor tunggal yang menghubungkan Stasiun Cikarang hingga Stasiun LRT Jatimulya.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi Andi Suhadhi menyampaikan bahwa skema berbayar ini memang sudah sesuai dengan perencanaan masa transisi transportasi publik di wilayahnya.
“Tarifnya flat Rp 4.300. Kami kan sudah memberikan fasilitas gratis selama setahun ini uji coba. Nah, sekarang memang di tengah waktu 1 tahun itu harus sudah memberlakukan tarif,” ujar Andi Suhadhi.
Selama November hingga Desember, pihaknya melakukan pemantauan integrasi perbankan non-tunai serta edukasi kepada para penumpang. Dalam pengelolaan transaksi, pihak pemerintah daerah bekerja sama dengan empat bank besar (Mandiri, BNI, BRI, dan BCA) untuk pembayaran berbasis kartu (e-Money). Sementara itu, transaksi QRIS disiapkan melalui Bank BJB untuk mempermudah penyetoran pendapatan secara langsung ke kas daerah.
“Kami sudah bekerja sama dengan empat bank aggregator. Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA. Nah, dengan BJB yang QRIS-nya. BJB QRIS, nanti untuk buat pengembalian dana penampung ke PAD, kas daerah,” jelas Andi. (Tim Media)


