Upaya meningkatkan keamanan pada perlintasan sebidang kereta api di Kabupaten Bekasi mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemprov Jabar mengalokasikan bantuan dana sebesar Rp 15 miliar untuk memperbaiki infrastruktur perlintasan yang selama ini dianggap rawan kecelakaan.
Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengungkap bahwa ia telah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Di mana anggaran tersebut akan difokuskan untuk membenahi 10 titik perlintasan di Kabupaten Bekasi. Bantuan anggaran akan digunakan untuk mengganti sistem pengamanan manual menjadi lebih modern atau palang pintu otomatis.
“Kami ingin sistem pengamanan yang lebih mumpuni dan canggih, bukan sekadar palang pintu kayu biasa. Targetnya adalah 10 titik dengan estimasi biaya Rp1,5 miliar per lokasi,” ujar Asep.
Langkah preventif ini, lanjut Asep, diambil sebagai respons atas kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada, Senin (27/4) lalu. Selain perbaikan teknis, Asep juga menyoroti tantangan sosial terkait menjamurnya perlintasan ilegal di pemukiman padat penduduk.
“Kami mengimbau keras agar masyarakat tidak lagi membuat perlintasan liar. Faktor keselamatan harus menjadi prioritas utama di atas sekadar kepraktisan jarak tempuh,” pungkasnya. (Tim Media)


