Pemerintah mempersiapkan anggaran senilai Rp 14 triliun untuk membiayai program revitalisasi sekolah. Pada 2026, program ini menyasar 71.744 satuan pendidikan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, program revitalisasi ini merupakan upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan nasional.
Hanya saja, pemerintah memberlakukan penentuan skala prioritas terhadap sekolah-sekolah yang menjadi sasaran target program ini. Salah satu pertimbangan yang diterapkan untuk penentuan target sasaran tahun ini ialah sekolah-sekolah yang terdampak bencana alam.
“Tahun ini revitalisasi diprioritaskan untuk sekolah yang rusak terdampak bencana. Tidak hanya yang di Sumatera, tapi juga di wilayah Indonesia lainnya,” kata Mu’ti, saat konferensi pers di Jakarta, kemarin.
Mu’ti menambahkan, selain sekolah-sekolah yang terdampak bencana, yang juga menjadi target sasaran program revitalisasi ini ialah sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Demikian pula dengan sekolah yang tingkat kerusakannya sudah tergolong berat. Meskipun tidak berada di wilayah bencana ataupun 3T, sekolah dengan kerusakan berat masuk dalam skala prioritas yang akan direvitalisasi tahun ini.
Lebih lanjut Mu’ti menjelaskan bahwa hingga Mei 2026, anggaran yang telah terserap untuk pembiayaan program ini berkisar Rp 2,6 triliun. Anggaran tersebut telah menjangkau sebanyak 3.408 unit sekolah yang menjadi sasaran revitalisasi.
“Kami telah menyelesaikan perjanjian kerja sama dengan 4.838 satuan pendidikan. Selain itu, di berbagai daerah juga sudah mulai bergulir tahap awal pembangunannya,” demikian Mu’ti. (Sumber : Antaranews)


