Respons Cepat Kekeringan Sawah, Pemkab Bekasi Tinjau Bendung Kedung Gede dan Siapkan Normalisasi

Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja memantau langsung ke sejumlah titik infrastruktur Bendung Kedung Gede pada Selasa (28/7). Peninjauan langsung yang melibatkan lintas instansi ini dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab utama terhambatnya pasokan air menuju lahan persawahan warga sekaligus merumuskan solusi penanganan darurat.

Pemeriksaan diawali dari BKG 6 di Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, hingga menyisir BKG 17, 19, 21, dan berakhir di BKG 38 wilayah Pebayuran. Di lapangan, tim menemukan kendala utama berupa kerusakan jembatan serta bentangan eceng gondok sepanjang 200 meter yang menyumbat aliran air. Selain itu, konstruksi jembatan di BKG 16 yang terlalu rendah turut memperlambat debit air menuju wilayah hilir. Selain itu Pemkab Bekasi juga mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga Desa Karangsegar.

Asep menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen hadir membawa solusi nyata atas kesulitan yang dialami para petani. Sebagai solusi, pihaknya akan mengusulkan perbaikan empat jembatan usang pada jalur BKG 6 hingga BKG 25 melalui anggaran APBD Perubahan.

“Berdasarkan hasil pantauan, hambatan utama dipicu oleh tumpukan sampah eceng gondok serta infrastruktur jembatan yang rusak di beberapa titik. Kami segera menggelar rapat koordinasi bersama BBWS Citarum dan PJT II untuk mematangkan sinkronisasi anggaran serta pengerahan alat berat agar pengerjaan fisik bisa secepatnya dimulai,” ungkap Asep.

Ia menyebut pembersihan eceng gondok dan pengerukan sedimentasi sungai akan segera dieksekusi dari BKG 16 sampai BKG 25 agar distribusi irigasi kembali optimal dan meminimalisasi risiko banjir saat musim hujan tiba. Asep juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut menjaga kebersihan alur sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Upaya pemulihan aliran sungai tidak bisa hanya mengandalkan tindakan pemerintah semata, melainkan butuh kesadaran bersama warga. Jika ekosistem sungai kita rawat dengan baik, bencana kekeringan saat kemarau maupun banjir ketika musim hujan dapat kita cegah bersama,” pungkasnya. (Tim Media)