PMI Pusat dan Australian Red Cross Tinjau Pengolahan Air Bekas Galian Pasir Bekasi

Inovasi Palang Merah Indonesia Kabupaten Bekasi yang mendirikan Water Treatment manfaatkan air bekas galian pasir guna membantu masyarakat dampak kemarau saat ini, menjadi perhatian PMI pusat.

Bahkan, inovasi ini membuat PMI pusat bersama Australian Red Cross, kemarin, meninjau Posko Pengolahan Air Bersih PMI tersebut di Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi mengapresiasi kebijakan PMI terslebut. Upaya ini sangat membantu Pemkab Bekasi dalam hal pendistribusian air bersih pada saat penanganan bencana kekeringan.

“Ini menjadi salah satu alternatif sumber air bagaimana dapat melayani masyarakat. Kunjungan PMI Pusat dan Australian Red Cross menjadi momentum dalam penanganan kekeringan,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Ketua PMI Kabupaten Bekasi Ahmad Kosasih mengatakan, kunjungan tersebut menjadi perhatian mitra internasional dalam upaya kemanusiaan terdampak kekeringan ekstrem.

Pengolahan air bersih dan air minum di Tegal Kadu merupakan hasil kolaborasi PMI Kabupaten Bekasi dengan PMI Jawa Barat, PMI Pusat, serta sejumlah lembaga internasional, termasuk Australian Red Cross.

Sejak beroperasi 4 September 2026 hingga saat ini fasilitas tersebut sudah mampu memproduksi 250 ribu liter air dan telah didistribusikan kepada masyarakat. (tim media)