BEKASI – Masih minimnya pengetahuan tentang air bersih di wilayah Tambelang, membuat masyarakat disana menggunakan air saluran irigasi untuk Mencuci, Kakus dan Mandi (MCK). Air dari saluran irigasi itu sendiri, sejatinya adanya bahan baku air untuk PDAM Tirta Bhagasasi wilayah Tambelang. Sehingga, dengan adanya aktifitas MCK disaluran irigasi itu, membuat kualitas bahan baku air di Instalasi Pengolahan Air (IPA) kurang bagus.

Terkadang, dengan adanya proses MCK itu, produksi air di IPA Tambelang kerap mengeluarkan busa yang begitu banyak. Dan itu seraya menghambat proses produksi untuk pendistribusian terhadap pelanggan PDAM di wilayah Tambelang.

Kepala KCP Tambelang, Didi Suryadi mengatakan, bahwa masyarakat sekitar memang dari dahulu menggunakan air saluran irigasi itu untuk kebutuhan MCK. Terlebih, di wilayah Tambelang untuk air tanahnya kurang layak untuk kebutuhan sehari-hari warga. Maka itu, agar bahan baku air tidak tercemar limbah rumah tangga (MCK), harus ada sebuah solusi.

Solusi untuk permasalahan itu sendiri, kata dia, pihaknya sudah membuatkan tiga lokal MCK, dua diantarannya untuk buang hajat dan satu untuk keperluan mencuci. Pembangunan MCK yang sudah selesai dilakukan sekitar dua bulan lalu. Sejatinya sebagai solusi agar masyarakat tidak lagi menggunakan air saluran irigasi. Dimana, air saluran irigasi itu sebagai bahan baku air untuk produksi IPA Tambelang.

“Kita sudah buatkan MCK dekat IPA Tambelang. Itu gunanya agar masyarakat yang mencuci, mandi dan buang hajat di saluran bahan baku air pindah, serta lebih bersih dalam sisi kebersihannya,” jelas pria yang pernah menjadi Kasi Produksi di Kantor Cabang Poncol ini. (Armen)