Pengelolaan sampah di Kota Bekasi Jawa Barat segera akan tertangani secara baik. Sampah akan dikelola menjadi energi listrik. Dengan demikian, ke depan, sampah di kota yang berpenduduk sekitar 3,2 juta jiwa ini, akan terkelola secara baik dan bernilai ekonomis.
Terkait hal itu Wali Kota Bekasi Tri Adhianto telah menandatangani kerja sama melalui Perjanjian Kerja Sama Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik. Penandatanganan berlangsung di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pangan Jakarta Pusat, dihadiri Menko Zulkifli Hasan, beserta pejabat terkait.
Kerja sama ini merupakan percepatan pembangunan sistem pengolahan sampah berbasis energi terbarukan. Penandatanganan bersama mitra badan usaha pengembang dan pengelola PSEL berbagai wilayah.
Zulkifli menyebut, pembangunan proyek PSEL paling lambat 7 minggu setelah penandatanganan PKS. Langkah konkret ini menjadi percepatan implementasi program strategis bidang pengelolaan sampah dan energi.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyebut SPKS ini menjadi tonggak penting bagi pihaknya mengjadi solusi pengelolaan sampah lebih modern dan berkelanjutan.
Pemerintahannya mendukung percepatan pembangunan proyek dapat berjalan sesuai target. Diharapkan, program PSEL mampu menjadi solusi jangka panjang mengatasi permasalahan sampah.
Melalui teknologi ini akan tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Sampah pun mempunyai nilai ekonomis. (tim media)


