Pemkab Bekasi Targetkan Satu Titik Kekeringan Satu Toren

Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah menargetkan penyediaan infrastruktur penampungan air secara merata dengan skema satu titik kekeringan, satu toren di seluruh wilayah terdampak. Langkah ini diambil untuk mendongkrak efisiensi penyaluran air bersih yang selama ini terhambat proses pembagian manual.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriyadi mengungkapkan bahwa proses pengisian air langsung ke wadah kecil milik warga seperti galon atau ember memakan waktu sangat lama. Satu armada tangki berisi 5.000 liter bisa menghabiskan waktu hingga 3 jam hanya untuk satu lokasi.

“Idealnya memang satu titik satu toren. Tetapi nanti disesuaikan dengan kondisi di lapangan saat ini,” kata Dodi.

Pengalaman dari penyaluran bantuan pada rentang 2023–2024 menjadi bahan evaluasi serius. Toren berkapasitas kecil yang diletakkan tanpa pengaman permanen rawan hilang dan rusak. Guna mengantisipasi hal tersebut, Pemkab Bekasi mengubah kriteria pengadaan bantuan air masa depan. Yakni toren berkapasitas lima sampai delapan ribu liter, dibangun menggunakan rangka tiang beton yang kokoh dilengkapi jaringan kran air. Dan penempatan dipusatkan di area publik atau rumah ibadah untuk menjamin kemudahan akses publik dan perawatan.

“Harapan kami ya bantuan-bantuan berupa toren itu bisa untuk jangka panjang,” tutup Dodi. (Tim Media)