Di sepanjang aliran Sungai Citarum yang masuk wilayah Kabupaten Bekasi, kini terdapat 16 lokasi tanggul yang jebol dan rusak. Jika tidak dilakukan perbaikan segera, dikhawatirkan akan mengakibatkan banjir hebat.
Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi minta segera diperbaiki oleh Balai Besar Wilayah Sungai sebagai penanggung jawab aliran sungai tersebut.
Untuk mempercepat pelaksanaan, Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja meminta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Desakan itu, disampaikan Asep ketika mengikuti rapat koordinasi bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Kabupaten Subang, kemarin.
Bupati Asep menyebut, perbaikan tidak dapat ditangani secara parsial. Perbaikan tanggul harus dilakukan secara menyeluruh, terencana, dan berkelanjutan.
Untuk pembiayaan, dapat dilakukan kolaboratif lintas pemerintah, untuk segera direalisasikan. Dengan kolaborasi, diyakini proses penanganan lebih cepat dan tepat.
Kualitas konstruksi tanggul penting. Harus sesuai standar teknis. Maka, perlu perencanaan jangka panjang dan pengawasan berkelanjutan.
Sungai Citarum berhulu di Kabupaten Bandung dan melintasi beberapa wilayah pemerintahan di Jawa Barat. Hilirnya, di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi.
Sebelumnya, pemerintah pusat dan Jawa Barat menginisiasi Program Citarum Harum sejak 2018. Tujuannya, untuk pengendalian pencemaran dan kerusakan Daerah Aliran Sungai berfokus pada pembersihan sampah, penanganan limbah industri/domestik, dan penanaman lahan kritis.
Bahkan, saat itu sudah dibentuk Satgas Citarum Harum bersama TNI. Tujuan utama mengembalikan fungsi alami sungai secara berkelanjutan untuk lingkungan sehatm Namun, hingga kini, program tinggal kenangan. (tim media)


