Musrenbang Jawa Barat 2027, Pemkab Bekasi Ajukan 10 Program Prioritas

Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengajukan 10 program prioritas untuk pembangunan di daerah yang dipimpinnya. Pengajuan itu disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi Jawa Barat di Bandung, kemarin.

Musrembang dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah tahun 2027, itu dihadiri semua wali kota dan bupati se-Jawa Barat.

Dalam forum penting itu, Asep berkomitmen pemerintahannya menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Ia pun mengajukan dan memperjuangkan berbagai usulan prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakatnya yang saat ini sekitar 3,4 juta jiwa, menyebar di 23 wilayah kecamatan.

Asep mengajukan sedikitnya 10 program prioritas dalam Musrenbang RKPD Tahun 2027 itu. Salah satu fokus utama adalah penguatan pembiayaan sektor kesehatan melalui program Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan.

Kemudian, mengajukan 20 unit mobil ambulan yang akan diserahkan sebagai operasional di kecamatan-kecamatan. Lalu pembangunan infrastruktur dasar berupa jalan lingkungan sepanjang 38 kilometer untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Hal lain yang diajukan, pembangunan rumah tidak layak huni sebanyak 420 unit. Masing-masing per unit Rp 40 juta.

Kemudian, pengelolaan sampah melalui program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik, termasuk pengadaan enam unit dump truck untuk mendukung operasional di lapangan.

Diajukan pula bantuan operasional desa masing-masing sebesar Rp 200 juta per desa. Dana itu akan disalurkan ke 179 desa se-Kabupaten Bekasi.

Asep menjelaskan, berdasarkan Pergub Jawa Barat nomor 62 Tahun 2015 tentang Kepesertaan dan Pembiayaan PBI Daerah, menetapkan porsi pembiayaan iuran peserta PBI 40 persen ditanggung Pemprov Jawa Barat dan 60 persen ditanggung Pemerintah Kabupaten/Kota.

Asep berharap, dengan dukungan anggaran dari Pemprov Jawa Barat, pihaknya optimistis kesejahteraan masyarakat akan meningkat.

Untuk memastikan seluruh usulan tersebut dapat terakomodasi dan direalisasikan, pihaknya melakukan koordinasi intensif dengan Pemprov Jabar.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengakui pentingnya pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi menjaga keseimbangan antara manusia dan lingkungan hidup. (tim media)