Pemerintah Kabupaten Bekasi menunjukkan keseriusan dalam merevitalisasi estetika wilayah perkotaan. Langkah ini diawali dengan relokasi besar-besaran pedagang pasar tumpah dari Jalan RE Martadinata dan Jalan Kapten Sumantri ke area dalam Pasar Baru Cikarang. Sebanyak 500 Pedagang Kaki Lima telah direlokasi.
Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengungkap bahwa penataan ini bukan sekadar pemindahan lokasi para pedagang, tetapi juga upaya strategis untuk mengembalikan fungsi jalan raya dan menciptakan lingkungan kota yang lebih manusiawi.
”Relokasi ini adalah momentum untuk bersih-bersih. Dengan masuknya pedagang ke area resmi, ruang gerak oknum yang mencari keuntungan sepihak lewat pungli akan kami tutup rapat. Semua harus berjalan sesuai regulasi,” kata Asep.
Penataan ini diharapkan mampu mengurai kemacetan lalu lintas di persimpangan Sentra Grosir Cikarang. Dengan penataan yang rapi, Asep berharap akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui pengelolaan parkir dan retribusi kebersihan yang lebih transparan di dalam pasar.
“Fokus utama kami adalah ketertiban dulu. Jika lingkungan sudah tertata dan nyaman, potensi ekonomi seperti PAD akan mengikuti secara alami,” pungkasnya. (Tim Media)


