Dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kementerian Agama setempat, berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah.
“Hal serupa juga dilakukan bersama Majelis Ulama Indonesia setempat,” ujar Kepala Kemenag Kabupaten Bekasi Ujang Ruhiyat, kemarin.
Penegasan itu disampaikan saat acara Halal Bihalal MUI Kabupaten Bekasi. Ia pun mengapresiasi peran MUI menjadi mitra strategis pihaknya dalam menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah.
Dengan demikian, dapat merawat kerukunan umat di tengah masyarakat Kabupaten Bekasi yang heterogen. Kemenag dan MUI harus berjalan seiring mewujudkan masyarakat Bekasi yang religius, rukun, cerdas, dan sejahtera.
Ujang mengaku, Kemenag tidak berjalan optimal tanpa dukungan ulama. Ke depan, pihaknya akan tetap memperkuat moderasi beragama dengan menjaga nilai-nilai tawasut (moderat), tawazun (seimbang), i’tidal (adil), dan tasammuh (toleran) dalam kehidupan masyarakat.
Kemudian, meningkatkan layanan keagamaan melalui Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah, pondok pesantren, serta lembaga pendidikan keagamaan lainnya. Dengan demikian, dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pihaknya juga akan memperkuat kolaborasi program. Di antaranya, pembinaan di lembaga pemasyarakatan, pemberantasan buta aksara Al-Qur’an, hingga penguatan ekonomi keumatan. (tim media)


