Inovasi BENING Puskesmas Setu I Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat Bekasi

Dalam upaya memastikan ketersediaan air bersih dan sehat bagi masyarakat, UPTD Puskesmas Setu I meluncurkan langkah terobosan bertajuk BENING (Bersama Edukasi dan Stikerisasi Kualitas Air Perpipaan Terjamin). Program ini dirancang untuk memperkuat pengawasan serta pembinaan bagi para pengelola sarana air minum berbasis komunitas di wilayah Setu.

Langkah inovatif ini dipicu oleh temuan pemetaan pada 2023. Saat itu, tingkat kesadaran para pengelola air dalam memeriksa kualitas air secara berkala masih tergolong rendah. Dari total 35 pengelola air berbasis masyarakat yang tersebar di lima desa wilayah kerja Puskesmas Setu I, tercatat baru 11,4 persen yang rutin melakukan pengujian mandiri. Terobosan BENING juga menyabet penghargaan sebagai Inovasi Daerah Kabupaten Bekasi 2025, predikat ASN Inovatif Kabupaten Bekasi 2025, serta resmi terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual.

Sanitarian Ahli Muda UPTD Puskesmas Setu I Sri Werdiningsih Retno Asmara mengungkap, terobosan ini tidak hanya mengandalkan hasil laboratorium. Tetapi melalui BENING, data medis diubah menjadi sarana edukasi sekaligus panduan perbaikan yang aplikatif.

“Lewat pendekatan BENING, lembar hasil pengujian laboratorium kami manfaatkan sebagai instrumen edukasi, acuan dalam mengambil keputusan, hingga pemicu perubahan pola pikir pengelola agar lebih konsisten menjaga mutu air yang disalurkan ke rumah-rumah warga,” ujar Sri.

Skema pembinaan yang terintegrasi ini mencakup Inspeksi Kesehatan Lingkungan, pengujian kualitas air di laboratorium, penempelan stiker status, pemberian rekomendasi teknis, hingga monitoring. Melalui ruang diskusi WhatsApp Group dan pertemuan tatap muka, setiap kendala teknis di lapangan dapat ditangani dengan cepat.

“Kami dampingi para pengelola sampai mereka paham betul alur perbaikannya. Hasilnya terbukti nyata, pada evaluasi berikutnya mutu air mengalami peningkatan signifikan setelah saran teknis dijalankan,” sambungnya.

Tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu air minum, program BENING juga mempererat kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pihak Puskesmas, Laboratorium Kesehatan Daerah, pemerintah desa, kader kesehatan, hingga pengelola air di tingkat RT/RW. Selain itu, pengelolaan iuran air yang transparan dan profesional kini mampu memberikan nilai tambah sosial. Sebagian dana yang terkumpul dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan kemasyarakatan, mulai dari bantuan operasional tempat ibadah, perbaikan jalan lingkungan, perawatan sarana olahraga, hingga santunan untuk anak yatim.

“Inovasi BENING hadir tidak sekadar menjamin air yang kita konsumsi itu sehat, tetapi juga memupuk rasa kepedulian sosial di tengah warga. Kami berharap model pembinaan ini bisa diadaptasi oleh puskesmas lain di Kabupaten Bekasi,” tutup Sri. (Tim Media)