Baznas Bangun Sumur Satelit, PMI Buat Pengolahan Air,  Perumda Tirta Bhagasasi Salurkan 4 Juta Liter Air - PERUMDA TIRTA BHAGASASI BEKASI

Baznas Bangun Sumur Satelit, PMI Buat Pengolahan Air,  Perumda Tirta Bhagasasi Salurkan 4 Juta Liter Air

Baznas Bangun Sumur Satelit, PMI Buat Pengolahan Air, Perumda Tirta Bhagasasi Salurkan 4 Juta Liter Air

Guna memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Pemerintah Daerah setempat, menggerakkan semua potensi. Tujuannya, agar masyarakat terdampak musim kemarau memperoleh air bersih.

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan menginstruksikan semua pihak agar peduli atas ketersediaan air bersih. Di antaranya, Perumda Tirta Bhagasasi yang terus mensuplai air bersih, Baznas, dan PMI setempat.

Kemarin, Dani meresmikan bantuan sumur satelit dari Baznas di Kampung Singkil Sasak,  Desa Samudera Jaya Kecamatan Tarumajaya. Di lokasi ini, Perumda Tirta Bhagasasi membagikan air bersih dampak limbah Kali Bekasi yang mengakibatkan pengolahan air belum normal.

Pembangunan sumur satelit, ujar Dani, menjadi solusi bagi warga yang belum mendapat layanan air bersin. Keberadaan sumur satelit,  efektif dan tidak hanya saat kemarau, tapi juga pada musim penghujan.

Air sumur satelit dapat mencukupi kebutuhan air bersih warga dan dioperasikan selama 24 jam.

Ketua Baznas Kabupaten Bekasi, Samsul Bahri menyebutkan, pembuatan sumur satelit atas pengajuan warga dan relawan di daerah tersebut.

Kedalaman sumur 138 meter, didukung mesin untuk mengisi toren kapasitas 2.000 liter, dan dapat memenuhi kebutuhan air bersih 60-80 warga sekitar.

“Kami membangun instalasi pengolahan air dan mengubah air danau menjadi air bersih dan siap minum,” kata Ketua PMI Kabupaten Bekasi Akhmad Kosasih.

Instalasi Water Sanitation Hygiene Promotion tersebut, dapat membersihkan air menjadi siap minum di Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru.

Sedangkan Perumda Tirta Bhagasasi telah mendistribusikan lebih dari 4 juta liter air bersama BPBD Kabupaten Bekasi bagi warga terdampak kekeringan yang terjadi di 45 desa meliputi 10 kecamatan Kabupaten Bekasi. (tim media)