Badan Anggaran DPRD Kota Batu, Jawa Timur, mengunjungi kantor pusat Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi membahas tata kelola air bersih. Salah satunya, terkait dengan peningkatan pendapatan asli daerah.
Rombongan Banggar DPRD Kota Batu diterima langsung oleh Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi Daud Husin, didampingi Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan Mirtan Sasmita, Kepala Bagian Umum Nurul Puspita, Kepala Bagian Keuangan Yati Kasriyati, dan Kasubag Humas Hasan Basri.
Saat pembukaan, Daud Husin mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu yang hadir di kantornya. Berdasarkan surat yang diterima, kunjungan kerja ke Perumda Tirta Bhagasasi terkait strategi untuk meningkatkan PAD.
“Saat ini, kami dalam proses pemisahan aset antara Pemerintah Kabupaten Bekasi dengan Kota Bekasi. Ini sangat berdampak terhadap PAD yang kami hasilkan,” kata Daud Husin, Jumat (10/4/2026).
Menurutnya, rangkaian upaya meningkatkan PAD sangat panjang dan banyak faktor yang mempengaruhinya. “Tetapi, intinya kita perlu melakukan suatu terobosan/inovasi untuk mencapai PAD tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu, ketua rombongan Banggar DPRD Kota Batu Didik Machmud mengatakan, beberapa isu yang perlu dibahas selain peningkatan PAD antara lain penentuan tarif air kepada pengelola hotel atau villa melalui klasifikasi atau golongan tertentu serta program CSR perusahaan.
Kenaikan tarif air bersih kepada pelanggan menjadi isu yang sangat sensitif di semua perusahaan daerah air minum. Namun, ada upaya yang bisa dilakukan selain menaikan tarif.
Jalannya diskusi berlangsung dengan hangat dan anggota Banggar DPRD Kota Batu melontarkan beberapa pertanyaan kepada manajemen Perumda Tirta Bhagasasi. (tim media)


