Strategi Pemkot Bekasi Tekan Angka Pengangguran Terbuka

Pemkot Bekasi berupaya menekan angka pengangguran terbuka yang mencapai 7,3 persen tahun 2026. Strategi yang digencarkan pemerintah daerah adalah menggandeng perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat serta media dalam membuka kesempatan kerja kepada masyarakat Kota Bekasi. Kolaborasi pentahelix ini diharapkan dapat menekan jumlah pengangguran di Kota Bekasi.

“Kami terus berupaya menekan angka pengangguran agar mencapai target yang ditetapkan, salah satunya melalui kolaborasi pentahelix,” kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, saat membuka “Career Expo 2026” di Universitas Muhammadiyah Indonesia, Bekasi Timur, kemarin.

Dia menjelaskan, Pemkot Bekasi juga menggelontorkan anggaran Rp 9 miliar sejak tahun lalu untuk memfasilitasi dan membuka kesempatan kerja kepada calon pekerja yang ber-KTP Kota Bekasi.

Terlebih lagi, Kota Bekasi terus mengembangkan wilayahnya sebagai kota jasa dan perdagangan sehingga perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan mempengaruhi perubahan dunia kerja.

“Perkembangan teknologi mempengaruhi sejumlah pekerjaan, sekaligus membuka peluang kerja baru yang membutuhkan kemampuan adaptasi. Untuk itu, perguruan tinggi diharapkan dapat menyiapkan dan membekali mahasiswa dengan kemampuan entrepreneurship dan leadership sehingga mampu bersaing di dunia kerja,” pungkasnya. (tim media)