Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat sebanyak 5.797.500 liter air bersih telah didistribusikan ke wilayah terdampak kekeringan hingga Kamis (20/8). Dari total tersebut, Perumda Tirta Bhagasasi tercatat menyalurkan lebih dari 2.036.000 liter air bersih xan menjadi salah satu pemasok terbesar dalam menyokong total distribusi air bersih selama musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Muchlis mencatat, dampak kekeringan telah meluas hingga 35 desa di 11 kecamatan. Kondisi ini menyebabkan sebanyak 65.659 jiwa atau setara 21.333 kepala keluarga kesulitan memenuhi pasokan pasokan harian mereka.
Sebaran wilayah terdampak meliputi Sukawangi, Babelan, Sukakarya, Pebayuran, Tambun Selatan, Cikarang Selatan, Cikarang Pusat, Serang Baru, Cibarusah, Bojongmangu, hingga Setu. Sedangkan bagian selatan Kabupaten Bekasi, seperti Bojongmangu dan Cibarusah, menjadi kawasan dengan konsentrasi titik kekeringan paling padat. Tidak hanya melumpuhkan kebutuhan rutin warga, namun juga mengancam produktivitas sektor pertanian setempat. Tercatat 1.827 hektare lahan pertanian terdampak kekeringan. Lahan tersebut tersebar di 15 kecamatan dan 45 desa
“Total sekitar 5.797.500 liter air bersih sudah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan. Air tersebut dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Muchlis.
Guna meminimalisasi kerugian petani, lanjut Muchlis, pihaknya langsung mengoperasikan sistem pompanisasi di lahan kritis. Selain itu, penanganan kolaboratif lintas sektor terus dipacu melalui pengerahan tangki penyalur dari PMI berkapasitas 925.000 liter, penempatan toren penampungan di titik krusial seperti Desa Ridogalih dan Karangharja, pembangunan sumur bor di Desa Wibawamulya, hingga kegiatan normalisasi dan pembersihan aliran sungai.
“Pemerintah daerah juga sedang menormalisasi beberapa aliran sungai. Menertibkan bangunan liar yang ada di sepanjang aliran sungai,” tutupnya. (Tim Media)


