Guna memperkuat ketahanan keluarga dan pencegahan radikalisme, Pemerintah Kota Bekasi menggelar sosialisasi terkait Pusat Pembelajaran Keluarga di Kecamatan Pondok Melati, kemarin.
Sosialisasi itu melibatkan Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak Kota Bekasi, serta berbagai elemen masyarakat.
Hadir pula Densus 88 Anti Teror yang menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan penguatan nilai toleransi di tengah kehidupan bermasyarakat.
Ketua PUSPA Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto, mengungkapkan bahwa pencegahan berbagai persoalan sosial, termasuk radikalisme, harus dimulai dari rumah, melalui komunikasi yang baik, kepedulian, serta pengawasan bersama terhadap anak-anak dan lingkungan sosial.
Pemerintah Kota Bekasi berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, organisasi perempuan, dan masyarakat sipil dalam menciptakan ekosistem sosial yang aman, inklusif, dan berdaya saing.
Wiwiek menyampaikan bahwa pembangunan sebuah kota tidak hanya dilihat dari perkembangan infrastrukturnya semata, namun juga harus diimbangi dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakatnya.
Diharapkan, melalui semangat kolaborasi dan kepedulian bersama, upaya menjaga persatuan, keamanan, serta masa depan generasi bangsa dapat terus diperkuat. (tim media)


