Pemerintah Kabupaten Bekasi menunjukkan komitmen kuat dalam mengatasi kemacetan lalu lintas dengan mematangkan persiapan pembangunan dua underpass di Telaga Asih (Cikarang Barat) dan Lemahabang (Cikarang Timur). Meskipun realisasi fisik masih menunggu alokasi dana dari pemerintah pusat, kesiapan teknis dan dokumen pendukung proyek vital ini dilaporkan telah mencapai sekitar 90 persen.
Dalam pembagian kewenangan infrastruktur, Pemkab Bekasi berfokus pada pemenuhan aspek pendukung daerah, khususnya pembebasan lahan di area terdampak. Sementara itu, pengerjaan konstruksi fisik akan didukung oleh pemerintah pusat atau provinsi sesuai status jalan, mengingat lokasi Lemahabang bersinggungan langsung dengan jalur provinsi Lemahabang-Cibarusah dan jalur nasional Bekasi-Karawang.
Kepala Bidang Prasarana, Pengembangan, dan PJU Dishub Kabupaten Bekasi Deni Hendra Kurniawan menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti skema kerja sama jika pengerjaan fisik ditangani oleh Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perkeretaapian.
“Jika Kementerian Perhubungan yang mengeksekusi fisik pembangunannya, kami siap menindaklanjuti proses koordinasi terkait nota kesepahaman (MoU) maupun Perjanjian Kerja Sama,” ujar Deni.
Proyek underpass di Telaga Asih, lanjut Deni, sebenarnya telah memiliki rekam jejak perencanaan yang sangat matang. Di mana draf kerja sama untuk titik Telaga Asih sebelumnya telah memasuki tahap akhir sebelum adanya penyesuaian alokasi anggaran nasional.
“Drafnya sudah difinalisasi berkali-kali, tinggal eksekusi tanda tangan. Namun ada efisiensi anggaran, hingga akhirnya anggaran tersebut dialihkan ke Kota Bekasi pasca-insiden di Bekasi Timur,” tutupnya. (Tim Media)


