Langkah besar diambil Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk menuntaskan krisis sampah di wilayahnya. Melalui skema investasi senilai Rp 250 miliar, Pemkab Bekasi resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Asiana Technologies Lestari untuk mengubah gunungan sampah menjadi bahan bakar industri bernilai guna.
Investasi ini dialokasikan untuk pembangunan fasilitas pengolahan berteknologi tinggi di lahan TPA Burangkeng. Dalam perjanjian tersebut, pihak swasta akan menyewa lahan selama lima tahun guna mengonversi sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan solusi untuk mengosongkan sampah di TPA Burangkeng yang selama ini overload. Pihak swasta yang mengelola, memiliki kapasitas mesin yang mampu mengolah 1.000 ton sampah per hari.
“Target kami di tahun 2029, seluruh tumpukan sampah lama itu habis terolah. Investasi teknologi ini memungkinkan sampah yang sudah bertahun-tahun ada di sana terserap menjadi energi alternatif untuk industri semen dan PLTU,” kata Asep.
Selain itu, Pemkab Bekasi juga menerapkan sistem manajemen sampah yang terbagi menjadi dua. Yakni teknologi RDF yang dikelola PT Asiana Technologies Lestari untuk menghabiskan sampah lama. Proyek PSEL yang didanai oleh Danantara untuk memproses sampah baru yang dihasilkan warga setiap hari. Kedua proyek ini digadang-gadang tidak ada lagi penambahan tumpukan di masa depan. (Tim Media)


