Pemerintah Kabupaten Bekasi menjamin akan memberikan bonus kepada para atlet yang telah berjuang membawa nama Kabupaten Bekasi ke kancah regional maupun nasional. Termasuk atlet Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) serta Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2025 yang mengeluh kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi belum lama ini.
Kepala Disbudpora Kabupaten Bekasi Iman Nugraha menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan apresiasi finansial tersebut. Namun, proses realisasinya memerlukan waktu karena harus diselaraskan dengan ketersediaan kas daerah serta penataan ulang sejumlah program kerja yang tidak berjalan.
“Alokasi bonus tidak hilang, tetap ada. Keterlambatan ini murni karena proses harmonisasi dan penyesuaian dengan kondisi kas daerah,” ujar Iman.
Iman menyebut, penganggaran hak para atlet ini dimasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026. Alokasi ini mencakup para atlet dari lima kejuaraan berbeda sepanjang tahun 2025, yakni POPDA Jabar, POPNAS, PEPARPEDA Jabar, PEPARPENAS, hingga FORNAS NTB. Nantinya, penyaluran bonus ini akan langsung dikirim ke rekening para atlet.
“Harapan kami, proses pencairan dana apresiasi ini bisa dituntaskan pada kisaran November atau Desember 2026,” tutupnya.
Sebelumnya, persoalan ini mengemuka saat seorang atlet menyampaikan langsung keterlambatan bonus tersebut kepada Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di tengah agenda kuliah umum di Universitas Padjadjaran Jatinangor, Senin (10/8/2026). Mendengar aduan itu, Dedi Mulyadi langsung menghubungi Pemkab Bekasi guna meminta kepastian penyelesaian dan kejelasan proses pencairan hak atlet dalam waktu singkat. (Tim Media)


