Pemkab Bekasi Distribusikan Lebih dari 1,3 Juta Liter Air Bersih Tangani Kekeringan

Pemerintah Kabupaten Bekasi terus berkolaborasi mengintensifkan upaya penanganan pasokan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi hingga 22 Juli 2026, total air bersih yang telah disalurkan kepada masyarakat terdampak mencapai 1.306.000 liter.

Penanganan darurat bencana kekeringan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor yang solid. Salah satunya Perumda Tirta Bhagasasi sebagai penyedia air bersih milik Pemerintah Kabupaten Bekasi. Melalui booster Cabang Bojongmangu dan Cibarusah, distribusi air bersih semakin menjangkau wilayah-wilayah terpencil terdampak kekeringan yang didistribusikan oleh BPBD dan TNI/Polri, PMI, Satpol PP, serta pihak swasta/perusahaan kawasan industri.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriyadi menyampaikan bahwa pihaknya telah memetakan titik-titik lokasi kejadian dan bergerak cepat merespons kebutuhan warga.

“Upaya yang telah kami lakukan meliputi pengiriman air bersih secara berkala serta menjalin koordinasi yang erat dengan aparat setempat untuk memastikan bantuan terdistribusi tepat sasaran,” ujar Dodi Supriyadi.

Hingga Kamis (23/7) ini, bencana kekeringan ini berdampak pada 7.657 kepala keluarga atau setara dengan 22.511 jiwa. Wilayah terdampak kekeringan mencakup 14 desa yang tersebar di 5 kecamatan di Kabupaten Bekasi. Sebaran lokasi kejadian dampak kekeringan tercatat berada di beberapa daerah utama, di antaranya Kecamatan Cibarusah dengan 18 titik lokasi (meliputi Desa Ridogalih, Ridomanah, Cibarusah Jaya, dan Cibarusah Kota) serta Kecamatan Serang Baru sebanyak 27 titik lokasi (meliputi Desa Sukasari, Sukabungah, Medalkrisna, Karang Mulya, Sukamukti, dan Karang Indah). Titik lokasi terdampak lainnya juga tercatat di Kecamatan Bojongmangu (Desa Nagasari dan Nagacipta) serta Kecamatan Cikarang Pusat (Desa Sukadami). (Tim Media)