Mahasiswa Tuntut Plt Bupati Bekasi Lakukan Pemerataan Pembangunan

Pembangunan di wilayah Kabupaten Bekasi dinilai tidak merata. Wilayah selatan dinilai lebih maju ketimbang wilayah utara. Padahal seharusnya pelaksanaan pembangunan merata, mengingat Kabupaten Bekasi sebagai daerah yang bertetangga dengan DKI Jakarta.

Melihat ketimpangan pembangunan tersebut, Forum Remaja Mahasiswa Utara Kabupaten Bekasi menjumpai Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja di kantornya, kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa mempertanyakan ketimpangan pembangunan tersebut. Yang paling mencolok, menyangkut sektor pendidikan, kesempatan kerja, hingga reformasi birokrasi.

Setelah mendengarkan tuntutan para mahasiwa, Asep berjanji akan membenahi tata kelola pemerintahan dan pembangunan. Namun dalam pelaksanaan, diakui secara bertahap.

Asep menyebut, selama ia menjabat, belum ada pelantikan jabatan struktural. Karena keterbatasan kewenangan sebagai Pelaksanan Tugas Bupati, harus ada izin dari Kementerian Dalam Negeri. Padahal masih banyak jabatan kosong di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Jabatan yang kosong, sekarang diisi pelaksana tugas.

Maka, ia akan mengajukan permohonan ke Kemendagri untuk percepatan pengisian jabatan tersebut.

Terkait mutasi Aparatur Sipil Negara, Asep menegaskan pentingnya transparansi dan sistem berbasis kompetensi. Ke depan, terkait mutasi ASN, mengacu pada manajemen talenta ASN. Persyaratannya, pengajuan tiga kandidat terbaik sebelum diputuskan menduduki jabatan struktural.

Sementara ketimpangan pembangunan yang terjadi, Asep memastikan akan turun langsung ke lapangan melihat kondisi masyarakat khususnya di wilayah utara.

Menjadi perhatiannya ke depan, termasuk minimnya penerangan jalan umum, kerusakan jalan, dan banjir yang setiap tahun terjadi. Maka, ke depan, pembangunan akan dilakukan lebih merata di semua wilayah. (tim media)