Jembatan layang atau fly over sudah sangat dibutuhkan di perlintasan kereta api seputar Stasiun Kereta Bekasi Timur dan Bulak Kapal, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Di dua perlintasan itu, lalu lintas sangat padat. Bahkan, setiap 15 menit, kereta melintas sehinga kemacetan tak terhindarkan.
Kehadiran dua jembatan layang itu menjadi perhatian khusus pemerintan untuk segera dibangun. Hal itu berkaitan terjadinya tabrakan kereta jarak jauh dengan yang menyebabkan 16 orang meninggal dan 90 orang luka serius, baru-baru ini, hingga menjadi perhatian nasional.
Terkait hal itu, anggota Komisi V DPR RI meninjau dua lokasi tersebut, Jumat. Dalam kunjungan spesifik didampingi Plh Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe.
Adapun kunjungan para wakil rakyat ini, menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat bersama Pemerintah Kota Bekasi mempercepat pembangunan jembatan layang tersebut.
Rombongan Komisi V DPR RI dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda melihat langsung kondisi akses transportasi dan titik perlintasan rel tersebut.
Pembangunan flyover merupakan solusi jangka panjang untuk meningkatkan konektivitas dan memperlancar mobilitas masyarakat, serta dapat mengurangi antrean kendaraan akibat perlintasan kereta api sebidang.
Plh Wali Kota Bobihoe mengapresiasi kunjungan dewan. Ia berharap segera dapat diwujudkan dan memberikan manfaat bagi warga dan meningkatkan keselamatan. (tim media)


