Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bekasi Hudaya menyebut, penduduk kabupaten Bekasi yang saat ini sekitar 3,6 juta jiwa, beragam. Karena itu, keberagaman tersebut harus dijaga secara bersama-sama oleh segenap warga.
“Bahkan, keberagaman itu merupakan kekayaan daerah. Jadi, kita harus hidup berdampingan. Tidak ada alasan untuk saling menjauh. Ayo mari kita bersama membangun pemahaman dan penghargaan terhadap sesama,” kata Hudaya dalam kegiatan seminar yang digelar Forum Wanita Lintas Agama Kabupaten Bekasi, kemarin.
Seminar toleransi bertema “Harmoni dalam Keberagaman” di Aula Forum Kerukunan Umat Beragama Kecamatan Cikarang Utara untuk memperkuat kerukunan di tengah masyarakat.
Perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang toleran, terutama karena nilai empati, kepedulian, dan penghormatan terhadap perbedaan dapat ditanamkan sejak lingkungan keluarga.
Pemkab Bekasi berharap Forwala menjadi ruang silaturahmi dan wadah guna memperkuat perannya dalam menjaga kerukunan.
Disebut, toleransi, tidak hanya dimaknai sebagai menerima keberadaan perbedaan, tetapi juga memahami, menghargai, dan mampu hidup berdampingan secara damai.
Ia memastikan bahwa Pemkab Bekasi terus mendukung inisiatif positif masyarakat menjaga kerukunan dan persatuan. Sebab, menciptakan daerah yang aman dan harmonis bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama sesama warga bangsa.
Pada kesempatan itu, Ketua Forwala Kabupaten Bekasi Sri Sugiarti menyebut, seminar merupakan rangkaian Festival Kerukunan Umat Beragama yang sebelumnya diawali dengan kunjungan ke sejumlah tempat ibadah bersama unsur pemerintah daerah. (tim media)


