Doa Bersama Korban Kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur

Sebagai ungkapan duka atas peristiwa yang menimbulkan korban 16 meninggal dan 91 orang luka- luka dalam tabrakan maut dua kereta api di Kota Bekasi, digelar doa bersama di lokasi kejadian, kemarin.

Dalam acara tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban. Gelaran doa bersama ini menjadi bukti kehadiran pemerintah untuk memastikan seluruh korban, yang meninggal dan yang masih menjalani perawatan, mendapatkan haknya secara layak.

“Bagi ahli waris yang meninggal, mendapat santunan dan jaminan perawatan bagi korban luka. Bantuan dan santunan itu diberikan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah memastikan seluruh korban mendapatkan haknya. Kita doakan tidak terjadi lagi hal serupa ke depannya,”  ujarnya.

Tri mengapresiasi perhatian pemerintah pusat, mulai dari presiden, menteri koordinator, hingga Gubernur Jawa Barat memberikan dukungan dan bantuan bagi para korban sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.

Ke depan, sebagai upaya mencegah kejadian serupa, Pemerintah Kota Bekasi memperketat penjagaan di sejumlah perlintasan sebidang se-Kota Bekasi, khususnya di wilayah Bulak Kapal dan Ampera.

Hingga kini, penjagaan dilakukan secara terus-menerus oleh Dinas Perhubungan dan Satpol PP. Ini juga bentuk kehadiran pemerintah memastikan keselamatan pengguna jalan.

“Penjagaan di pintu kereta harus yang berkompeten. Maka, kami mengusulkan 22 orang untuk mengikuti pelatihan, dengan kuota awal 16 orang, agar penjagaan lebih profesional dan sesuai standar keselamatan,” jelasnya.

Untuk solusi jangka panjang, pihaknya akan melakukan pembangunan flyover di kawasan Bulak Kapal, Bekasi Timur. Ini menjadi prioritas.

Guna merealisasikannya, pihaknya bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur sudah membahas yang didahului dengan pembebasan lahan senilai Rp 116 miliar ditargetkan rampung akhir Mei. Pembebasan ini sebagai lanjutan sebeuimnya yang sudah dilaksanakan sebagian.

Seperti diketahui, tabrakan antara kedua kereta menyebabkan lokomotif KA Argo Bromo Anggrek menembus gerbong khusus wanita commuter line yang terjadi Senin (27/4/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB. (tim media)