PMI Kabupaten Bekasi Olah Air Dari Bekas Galian Jadi Air Bersih

Menyambut HUT ke-81 Palang Merah Indonesia, PMI Kabupaten Bekasi mendirikan instalasi pengolahan air darurat di Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru. Fasilitas ini memanfaatkan sumber air dari bekas galian pasir yang terbukti memiliki debit tinggi selama kemarau. Hasil uji laboratorium juga mengonfirmasi bahwa air di lokasi tersebut aman dan steril dari bakteri E. coli.

Ketua PMI Kabupaten Bekasi Ahmad Kosasih mengungkap, melalui sistem penyaringan yang higienis, fasilitas ini tak hanya menyediakan air bersih untuk kebutuhan mandi dan cuci, tetapi juga air yang langsung aman diminum. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di daerah rawan kekeringan.

“Dalam ulang tahun PMI yang ke-81 ini, kita dalam keadaan siaga bencana El Niño. Jadi kita lebih titik berat memberikan peningkatan pelayanan, distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak,” ujar Ahmad Kosasih.

Instalasi yang direncanakan beroperasi selama satu bulan ini dirancang untuk mendampingi BPBD dalam menanggulangi krisis air. Dengan kapasitas produksi mencapai 100.000 hingga 150.000 liter per hari, PMI optimistis pasokan air dapat memenuhi kebutuhan harian warga di wilayah sasaran.

“Kapasitas kami bisa sampai 100.000 liter per hari. Kalau mau memenuhi 150.000 liter juga bisa, hanya produksinya perlu diistirahatkan,” tambahnya.

Pelayanan ini menyasar empat kecamatan prioritas, yaitu Serang Baru, Cikarang Selatan, Cibarusah, dan Bojongmangu. Selain mengerahkan empat unit armada tangki, PMI juga mengizinkan warga mengambil air secara mandiri di lokasi instalasi tanpa biaya.

“Masyarakat bisa mengambil langsung ke situ, baik menggunakan mobil kecil maupun motor. Dengan catatan air tersebut untuk kebutuhan masyarakat dan tidak diperjualbelikan,” tutup Ahmad Kosasih. (Tim Media)