Kampung Korod di Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi agrowisata berbasis kearifan lokal Sunda yang memadukan keindahan persawahan, tradisi leuit, serta produk kuliner khas warga.
Rencana pembangunan jalur wisata berkonsep Lembur Pakuan diyakini mampu menarik minat pelancong sekaligus mendongkrak perekonomian lokal. Dan selaras dengan gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertahankan identitas Kabupaten Bekasi.
Plt Sekretaris Kecamatan Cibarusah Wowo Fadillah menjelaskan, penataan Kampung Korod sebagai kampung bernuansa Sunda tentunya tidak terlepas dari potensi dan tantangan yang dimiliki, baik dari aspek fisik maupun nonfisik.
“Sebagian besar masyarakat masih bekerja sebagai petani, sehingga persawahan ini menjadi potensi yang harus dipertahankan dan dikembangkan tanpa menghilangkan fungsi lingkungan yang sudah ada. Leuit yang masih ada memiliki nilai historis dan budaya, sehingga dalam penataan nanti keberadaannya jangan sampai hilang, tetapi justru menjadi bagian dari karakter Kampung Korod,” ucap Wowo.
Meski proyeksi pengembangannya cukup menjanjikan, lanjut Wowi, penataan Kampung Korod tetap diprioritaskan untuk membenahi kendala infrastruktur dasar dan krisis air bersih yang kerap melanda warga saat musim kemarau. Selain itu, aspek penanda identitas seperti leuit dipastikan akan terus dirawat.
“Persoalan air bersih dan infrastruktur dasar menjadi tantangan yang harus diperhatikan, karena penataan bukan hanya soal memperbaiki wajah kampung, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” tutup Wowo. (Tim Media)


