Tak bosan-bosannya jajaran direksi mengajak pegawai untuk mempercepat penambahan sambungan pelanggan baru. Salah satu faktor kendala di lapangan adalah kurangnya informasi yang diterima masyarakat terkait biaya pemasangan baru di lokasi eksisting jaringan perpipaan Perumda Tirta Bhagasasi. Sesuai aturan, biaya pemasangan baru di area jaringan eksisting yakni sebesar Rp 1.326.500.
“Biaya pemasangan baru, disampaikan kepada masyarakat yang sejelas-jelasnya. Di wilayah eksisting jaringan perpipaan Perumda Tirta Bhagasasi, biaya pemasangan baru sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Plt Direktur Usaha Perumda Tirta Bhagasasi Lilie Subali, saat apel pagi kemarin.
Dia menegaskan, apabila ada pegawai yang ketahuan menaikkan biaya pemasangan tersebut, jajaran direksi akan melakukan tindakan tegas.
“Apabila ada hal-hal yang menyimpang atau tidak sesuai ketentuan, pasti ada tindakan yang lebih serius. Ini salah satu yang menghambat percepatan penambahan sambungan langganan,” imbuhnya.
Dengan diserahkannya dua wilayah layanan Cabang Pondok Ungu dan Bekasi Kota, ada sekitar 37.000 sambungan langganan yang diserahkan kepada Pemkot Bekasi. Lilie menyebut, Perumda Tirta Bhagasasi membutuhkan kurang lebih 40.000 SL untuk menutupi biaya operasional perusahaan.
Selain itu, jajaran direksi juga menginstruksikan para pegawai untuk melakukan upaya penurunan jumlah kehilangan air (non-revenue water/NRW).
“Hampir seluruh wilayah cabang pelayanan Perumda Tirta Bhagasasi memiliki angka NRW yang cukup besar. Artinya, ini bukan tanggung jawab semata-mata hanya di wilayah pelayanan yang dialiri atau bekerja sama dengan pihak ketiga saja. Di seluruh wilayah layanan, jumlah kehilangan airnya hampir sama. Bagian PKA mohon koordinasi dengan wilayah, kira-kira kiat apa yang dilakukan untuk mengurangi angka kehilangan air,” pungkasnya. (tim media)


