Pemkab Bekasi Ajukan Penyesuaian Luas Lahan Pertanian Abadi Menjadi 71 Persen

Pemerintah Kabupaten Bekasi mengajukan revisi penetapan luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan menjadi kisaran 71 persen. Langkah ini diambil guna menyesuaikan dengan realitas wilayah Bekasi yang kini berkembang pesat sebagai pusat manufaktur terbesar di Asia Tenggara, lengkap dengan ekspansi area industri, pemukiman warga, serta deretan Proyek Strategis Nasional.

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengungkap, penyesuaian ini sebagai bentuk penguatan ekonomi regional dan transformasi pelayanan pertanahan serta tata ruang.

“Status kami sebagai pusat industri terbesar di Asia Tenggara menjadi alasan pengusulan angka 71 persen ini, sehingga terjadi keseimbangan yang proporsional antara pelestarian sektor agraris dan kebutuhan ekspansi pembangunan,” kata Asep.

Lebih lanjut, Asep menegaskan bahwa penyesuaian target luasan ini sama sekali tidak mengikis komitmen Pemkab Bekasi dalam memelihara ketahanan pangan.

“Usulan ini bukan bentuk pengurangan komitmen kami terhadap kedaulatan pangan, melainkan adaptasi terhadap kondisi riil di lapangan. Harapannya, laju investasi, sektor manufaktur, dan program strategis nasional dapat berjalan selaras dengan regulasi tata ruang,” pungkasnya. (Tim Media)