Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, dalam waktu dekat, akan mengagendakan pembahasan terkait Perumda Tirta Bhagasasi. Pembahasan tersebut merupakan tindak lanjut pasca lepasnya seluruh wilayah layanan Perumda Tirta Bhagasasi yang berlokasi di Kota Bekasi, seiring penyerahan ke Pemerintah Kota Bekasi.
“Akan kami rapatkan dengan tim dalam waktu dekat, tentunya melibatkan pula Perumda Tirta Bhagasasi,” kata Asep usai penandatanganan berita acara pemisahan aset di Pendopo Pemkot Bekasi, Senin (20/7/2026).
Cabang Pondok Ungu dan Poncol menjadi dua cabang terakhir yang diserahkan pengelolaaannya ke tangan Perumda Tirta Patriot yang kini menjadi satu-satunya perusahaan pelayan kebutuhan air minum milik Pemkot Bekasi. Sebelumnya, dalam beberapa tahun terakhir, sudah lebih dulu diserahkan pengelolaan tiga cabang dan tiga cabang pembantu.
Lepasnya pengelolaan atas kantor cabang dan kantor cabang pembantu tersebut tentunya berdampak pula pada hilangnya potensi pendapatan perusahaan, karena jumlah pelanggan yang diserahterimakan cukup besar. Sementara kompensasi pemisahan aset sebesar Rp 155 miliar yang dibayarkan Pemkot Bekasi tak otomatis masuk ke kas Perumda Tirta Bhagasasi.
Upaya menutup potensi kehilangan pendapatan itu sudah diupayakan Perumda Tirta Bhagasasi melalui rekrutmen pelanggan baru di wilayah Kabupaten Bekasi, serta kalangan industri. Hanya saja hal tersebut tentunya membutuhkan waktu hingga pendapatan perusahaan bisa kembali stabil.
“Penyertaan modal bisa dibahas kemudian, rapatnya dengan tim yang libatkan juga Perumda Tirta Bhagasasi,” kata Asep. (tim media)***


