Tepis Disrupsi Digital, Pemkab Bekasi Bumikan Pancasila pada Gen Z

Di tengah gempuran modernisasi dan statusnya sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, Kabupaten Bekasi menghadapi tantangan besar dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada Senin (1/6), dijadikan Pemkab Bekasi sebagai momentum untuk membentengi masyarakat dari dampak negatif turbulensi global.

Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengungkap, Kabupaten Bekasi Bekasi sangat rentan terhadap dampak disrupsi teknologi dan pergeseran geopolitik. Menurutnya, ideologi negara harus bertransformasi menjadi panduan praktis agar kemajuan ekonomi daerah tidak mengikis identitas sosial budaya masyarakat.

“Api Pancasila tidak boleh padam dalam sanubari kita. Di era digital ini, nilai-nilai luhur tersebut merupakan kompas utama yang menjaga kita tetap bersatu di tengah segala macam perbedaan,” kata Asep.

Ia mengimbau masyarakat Kabupaten Bekasi harus memiliki cara pandang yang luas dan tidak terjebak dalam egosentrisme. Asep juga memberikan tantangan bagi para pemuda dan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Bekasi untuk menggeser pola pikir dari sekadar menghafal teks Pancasila menjadi tindakan nyata.

“Kita harus melawan seluruh bentuk radikalisme dan intoleransi yang bisa merusak bangsa kita” pungkasnya (Tim Media)