Tren penjualan hewan kurban di Kabupaten Bekasi menunjukkan pergerakan yang sangat masif menjelang Hari Raya Idul Adha. Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi mencatat sedikitnya 19.000 ekor ternak telah selesai diperiksa kesehatannya demi menjamin keamanan konsumsi masyarakat.
Dari akumulasi belasan ribu hewan yang telah diperiksa tersebut, komoditas sapi mencatatkan angka paling dominan, yakni mencapai sekitar 9.000 ekor. Sementara untuk hewan berkaki empat lainnya, petugas mendata sebanyak 5.600 ekor domba dan 4.000 ekor kambing.
Ketua Tim Pengendalian Penyakit Hewan dan Penjamin Kesehatan Hewan Kabupaten Bekasi Dewi Suryani menegaskan bahwa angka 19.000 ekor ini baru data administratif yang berhasil direkap dari 227 titik penjualan.
“Jumlah riil di lapangan saya pastikan jauh lebih besar dari itu. Mengingat petugas kami masih terus menyisir lapak-lapak eceran maupun peternakan, pergerakan data ini sifatnya masih sangat dinamis dan akan terus bertambah,” terang Dewi.
Masifnya jumlah ternak yang masuk ke wilayah Kabupaten Bekasi membuat Tim P2HPKH yang berjumlah 32 personel kesehatan dan dokter hewan menerapkan strategi pengawasan berlapis. Meskipun jumlah hewan kurban yang diperiksa banyak, tim kesehatan memastikan mayoritas ternak dalam kondisi prima dan memenuhi kriteria syariat.
“Petugas akan terus bekerja di lapangan sampai H-1 Idul Adha. Setelah area pasar dan lapak selesai, target kami selanjutnya adalah mendatangi masjid-masjid serta lokasi pemotongan untuk memastikan kondisi kesehatan hewan sebelum disembelih,” pungkasnya. (Tim Media)


