Ancaman penyakit Bovine Ephemeral Fever kini lebih diwaspadai oleh kalangan peternak di Kabupaten Bekasi dibandingkan PMK menyambut Idul Adha 1447 Hijriah. Penyakit yang dipicu oleh serangan nyamuk ini dikenal sangat agresif karena mampu merenggut nyawa ternak hanya dalam waktu satu hari.
Karma, Ketua Kelompok Ternak Bumdes Cikahuripan, berbagi strategi dalam menjaga hewan ternaknya tetap bugar. Berkaca dari dua kasus BEF yang sempat menyerang kandangnya, ia kini menerapkan pola makan yang tidak biasa untuk memperkuat daya tahan tubuh sapi dan pemberian vitamin secara berkala.
“Kuncinya ada pada campuran rempah-rempah yang dipadukan dengan ampas tahu konsentrat. Ini penting untuk menangkis panas tinggi dan gejala sesak napas pada sapi,” kata Karma.
Sementara, Ketua Tim Pengendalian Penyakit Hewan Kabupaten Bekasi Dewi Suryani mengungkap, sebanyak 32 tenaga ahli mengawal kesehatan hewan kurban di 23 kecamatan. Tim gabungan ini terdiri dari unsur Puskeswan hingga petugas Rumah Potong Hewan. Ia juga telah menekankan prosedur isolasi mandiri wajib dilakukan oleh pedagang apabila ditemukan gejala sakit pada hewan dagangannya.
“Kami melakukan inspeksi menyeluruh, mulai dari pengecekan suhu hingga perilaku hewan. Pedagang juga kami minta menyediakan tempat peneduh yang layak agar sapi tidak mengalami stres akibat cuaca ekstrem,” ungkap Dewi. (Tim Media)


