Pemkab Bekasi Manfaatkan Ruang Kosong RSUD untuk Klaster Rawat Inap

Pemkab Bekasi tengah menggodok strategi klasterisasi gedung di RSUD Cibitung, Kabupaten Bekasi. Inovasi ini bertujuan untuk mengelompokkan perawatan berdasarkan jenis penyakit guna meningkatkan standar keselamatan pasien.

Nantinya, alur penanganan medis akan dibuat lebih spesifik. Di antaranya gedung khusus infeksi untuk memutus rantai penularan penyakit menular, kemudian spesialis internis yang fokus pada layanan penyakit dalam. Lalu gedung bedah untuk tindakan pembedahan.

“Kami ingin penanganan lebih terorganisir. Dengan sistem klaster, risiko kontaminasi antar pasien bisa ditekan karena gedung perawatannya dipisah,” ucap Asep.

Di sisi lain, pihaknya juga akan memanfaatkan ruang kosong untuk mengembangkan layanan kesehatan di RSUD Kabupaten Bekasi Cibitung. Bukan dengan membeli lahan baru yang memakan biaya besar, Pemkab memutuskan untuk memaksimalkan setiap sudut bangunan yang tersedia. Fokus utamanya yakni renovasi dan optimalisasi ruangan-ruangan yang selama ini tidak terpakai. Seperti di Gedung Asoka, yang bisa dikonversi menjadi fasilitas medis produktif.

“Kami temukan banyak area kosong di bagian belakang Gedung Asoka. Daripada menghabiskan anggaran besar untuk membeli tanah baru, lebih baik difungsikan ruang-ruang tersebut untuk menambah kapasitas rawat inap,” pungkasnya. (Tim Media)