Guna menjaga kelestarian lingkungan dan manahan abrasi, salah satu yang paling tepat menanam pohon mangrove di bibir pantai. Hal itulah yang dilakukan Pemkab Bekasi bekerja sama dengan dunia usaha.
Penanaman sekitar 1.500 pohon mangrove dalam merehabilitasi daerah pesisir pantai Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muaragembong, ditanam bersama pengusaha PT Cikarang Listrindo Tbk. Dalam pelaksanaannya, pihak swasta bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, kemarin.
Penanaman mangrove juga upaya rehabilitasi di pesisir utara Jawa memperkuat kepedulian untuk keberlanjutan lingkungan.
Crisly Manuel Manalu, Anggota Tim Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi menyebut, rehabilitasi mangrove adalah langkah konkret dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan.
Ia menyebut bahwa bumi kita sedang menghadapi triple planety crisis, yaitu perubahan iklim, degradasi keanekakaragaman hayati, dan pencemaran yang saling berkaitan dan mengancam stabilitas ekologi, ekonomi, dan sosial. Menanam mangrove bermanfaat bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Hal ini dapat mendukung produktivitas perikanan, sumber bahan pangan, serta dapat dikembangkan dalam edukasi dan wisata.
Rehabilitasi mangrove tidak cukup hanya dengan melakukan penanaman. Tapi terpenting pemeliharaan yang bekeberlanjutan.
Sementara itu, Risk & Compliance Associate Director PT Cikarang Listrindo Tbk Winan Kusno mengatakan, penanaman mangrove merupakan komitmen perusahaannya menjalankan pengembangan masyarakat pada peningkatan kapasitas dan ekonomi, serta kelestarian lingkungan. (tim media)


