Tingginya angka karies (gigi berlubang) di kalangan anak SD di wilayah Karangsambung, Kecamatan Kedungwaringin, membuat petugas Puskesmas setempat menggagas inovasi baru.
Inovasi pelayanan publik yang dinamakan Gerakan Terpadu Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Fluoride Varnish (Gerigi Denish) berupaya menekan angka karies anak-anak SD di wilayah kerja Puskesmas Karangsambung.
“Kami mengajak anak-anak menjaga kesehatan gigi dan mulutnya,” kata inovator program, drg. Dyah Rahmawati bersama Pratiwi Suciani, dalam keterangannya yang dikutip, Sabtu (25/10/2025).
Dia menjelaskan, berdasarkan data 2023, sebanyak 75 persen murid SD di Karangsambung mengalami persoalan terkait gigi dan mulut. Melalui program ini, anak-anak diberikan edukasi untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan di puskesmas.
“Anak-anak diajak mengenal bagian-bagian mulut, cara menyikat gigi yang benar hingga diberi pengetahuan terkait bahaya makanan manis berlebihan,” katanya.
Inovasi Gerigi Denish diterapkan dengan melibatkan pihak sekolah, orang tua maupun akademisi seperti Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Sejak kecil mereka sudah digugah kesadarannya untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat. (tim media)


